Hutan Tinjomoyo Tawarkan Kesejukan Alami Jelang Buka

BAGIKAN:

Rekomendasi tempat ngabuburit sejuk di Semarang Atas. Menikmati udara bersih dan rindangnya pepohonan pinus di kawasan Hutan Wisata Tinjomoyo.

Pemandangan rimbunnya pepohonan pinus menjulang tinggi di kawasan Hutan Wisata Tinjomoyo Semarang dengan cahaya matahari sore yang menembus dedaunan

Memasuki minggu pertama bulan suci Ramadan, tantangan terberat bagi warga Kota Semarang biasanya bukan menahan lapar, melainkan menahan haus di tengah sengatan suhu udara pesisir yang cukup ekstrem pada siang hingga sore hari. Berdiam diri di dalam kamar ber-AC memang menjadi jalan pintas, namun tentu akan terasa sangat membosankan. Sebagai alternatif untuk mengisi waktu *ngabuburit* menunggu kumandang azan Maghrib, masyarakat mulai menggeser radar wisata mereka menuju kawasan perbukitan di selatan kota yang jauh lebih bersahabat dari segi suhu.

Salah satu destinasi ruang terbuka hijau yang kini kembali naik daun di kalangan anak muda dan keluarga adalah Hutan Wisata Tinjomoyo. Terletak di Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, kawasan konservasi alam ini bagaikan sebuah oasis raksasa yang membelah padatnya permukiman warga Semarang Atas. Dengan luas puluhan hektare yang didominasi oleh tegakan pohon jati, mahoni, dan pinus, Hutan Tinjomoyo menyuguhkan atmosfer pegunungan yang sangat asri, sunyi, dan sejuk. Berjalan santai di bawah *canopy* daun yang rimbun dijamin mampu memanipulasi pikiran Anda hingga lupa akan rasa lapar dan dahaga puasa.

Sejarah Singkat Hutan Kota Tinjomoyo

Bagi generasi Z atau pendatang baru di Kota Semarang, Hutan Tinjomoyo mungkin sekadar dikenal sebagai spot foto bernuansa alam. Namun bagi generasi sembilan puluhan, kawasan ini menyimpan memori kolektif yang sangat kuat. Dahulu, sebelum menjelma menjadi hutan wisata yang sunyi, Tinjomoyo adalah lokasi Taman Margasatwa (Kebun Binatang) kebanggaan warga Jawa Tengah. Tempat ini tak pernah sepi dari riuh rendah suara anak-anak dan raungan satwa eksotis di setiap akhir pekan atau musim libur Lebaran tiba.

Sayangnya, masa keemasan kebun binatang tersebut harus berakhir pada tahun 2006. Bencana banjir bandang yang menghantam Sungai Garang membuat jembatan utama sebagai satu-satunya akses penghubung terputus total. Kejadian tersebut memaksa pemerintah kota merelokasi seluruh satwa ke Taman Margasatwa Mangkang di Semarang Barat. Sejak saat itu, Tinjomoyo dibiarkan direklamasi oleh alam liar. Pohon-pohon dibiarkan tumbuh lebat menutupi bekas kandang, menciptakan ekosistem hutan sekunder yang kini justru menjadi paru-paru utama penyumbang oksigen bersih bagi Kota Lumpia.

Sisa reruntuhan beton jembatan lama tinjomoyo yang terputus akibat banjir bandang dan kini ditumbuhi lumut serta tanaman rambat
Gambar Ilustrasi : Sisa Sejarah Kebun Binatang

Spot Foto Jembatan Merah Ikonik

Satu hal yang tidak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Hutan Tinjomoyo adalah mengabadikan momen di area sisa jembatan gantung berwarna merah pudar. Jembatan yang membentang di atas Sungai Garang ini dulunya merupakan jalur evakuasi dan inspeksi. Meskipun usianya sudah puluhan tahun dan sebagian strukturnya tampak berkarat, sisa konstruksi jembatan ini justru memancarkan aura *rustic* dan *vintage* yang sangat dicari oleh para pencinta fotografi *landscape* maupun pasangan yang melakukan foto *prewedding*.

Waktu terbaik untuk merapat ke spot jembatan merah ini adalah pada pukul empat hingga lima sore. Di jam-jam tersebut, semburat cahaya matahari sore (*golden hour*) akan menyusup di antara celah-celah daun jati raksasa, menciptakan pendaran cahaya (*ray of light*) dramatis yang menyinari aliran sungai berbatu di bawahnya. Anda bisa duduk santai di bebatuan sungai yang dangkal atau berjalan menyusuri tepian hutan sambil mengambil swafoto. Keindahan visual yang disajikan alam Tinjomoyo akan membuat waktu dua jam *ngabuburit* terasa berjalan begitu cepat.

Seseorang sedang berjalan di atas sisa jembatan gantung berwarna merah yang estetik dengan latar belakang hutan yang rimbun
Gambar Ilustrasi : Spot Foto Jembatan Ikonik

Kesejukan Alami Area Hutan Pinus

Masuk lebih dalam ke area hutan, pengunjung akan disambut oleh deretan pohon pinus yang menjulang lurus ke langit. Di area inilah suhu udara terasa paling anjlok, memberikan sensasi sejuk layaknya sedang berlibur ke kawasan Kopeng atau Bandungan. Angin sore yang berhembus pelan membawa aroma khas getah pinus dan tanah basah, menciptakan efek relaksasi yang luar biasa ampuh untuk menurunkan stres pasca bekerja seharian, sekaligus menenangkan sistem metabolisme tubuh yang sedang berpuasa.

Area pinus ini memiliki kontur tanah yang landai dan tertutup oleh rumput liar serta daun kering yang empuk. Banyak pengunjung yang secara khusus datang membawa tikar lipat atau *hammock* (ayunan gantung) untuk dipasang di antara dua batang pohon pinus. Duduk melingkar di atas tikar sambil mengobrol santai bersama sahabat, bermain gitar pelan, atau sekadar membaca buku di tengah keheningan hutan adalah kemewahan tersendiri. Berada di sini membuktikan bahwa hiburan yang berkualitas tidak melulu harus mahal atau berada di dalam mal yang bising.

Sekelompok anak muda menggelar tikar piknik di bawah pohon pinus yang rindang sambil bersenda gurau menunggu waktu berbuka
Gambar Ilustrasi : Bersantai di Area Pinus

Akses Lokasi Dan Harga Tiket

Secara geografis, Hutan Wisata Tinjomoyo sangat mudah dijangkau baik menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Jika Anda berangkat dari arah pusat kota (Simpang Lima), Anda bisa mengambil rute melintasi Jalan Teuku Umar menuju kawasan Jatingaleh, lalu berbelok ke arah pertigaan Kampus Unika Soegijapranata. Dari sana, Anda hanya perlu mengikuti plang penunjuk arah menuju Kelurahan Sukorejo. Kondisi jalan menuju gerbang utama sudah beraspal mulus, meskipun Anda harus melewati sedikit tanjakan dan turunan khas kontur Semarang Atas.

Untuk menikmati seluruh fasilitas alam di sini, Anda tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam. Tiket masuk atau retribusi kawasan wisata ini sangat murah, hanya berkisar lima ribu rupiah per orang ditambah biaya parkir kendaraan standar. Namun, karena ini adalah kawasan konservasi, fasilitas penjual makanan di area dalam hutan mungkin sangat terbatas, terutama di bulan puasa. Sangat disarankan bagi Anda untuk membeli takjil atau makanan berbuka di pasar kaget sepanjang Jalan Raya Sampangan atau area kampus Universitas Negeri Semarang (Unnes) sebelum masuk, agar bisa langsung membatalkan puasa di tengah hutan saat azan berkumandang.

Pintu gerbang masuk kawasan hutan wisata tinjomoyo semarang yang terlihat sederhana namun asri dikelilingi pepohonan besar
Gambar Ilustrasi : Gerbang Masuk Hutan Tinjomoyo

Kesimpulan

Hutan Wisata Tinjomoyo membuktikan bahwa Kota Semarang tidak hanya kaya akan pesona pesisir dan peninggalan bangunan kolonial, tetapi juga memiliki kantong ekologi yang luar biasa menenangkan. Mengubah haluan *ngabuburit* dari yang biasanya berdesak-desakan berburu takjil di pinggir jalan raya berpolusi, menjadi kegiatan menyatu dengan alam yang teduh, adalah pilihan bijak untuk menjaga kewarasan selama berpuasa. Udara bersih, visual yang asri, serta biaya yang sangat ekonomis menjadikan tempat ini destinasi wajib kunjung di bulan Ramadan.

Jadi, siapkan kamera terbaik Anda, siapkan tikar dari rumah, dan belilah beberapa bungkus gorengan hangat serta teh manis di perjalanan. Mari ajak keluarga atau teman terdekat Anda sore ini untuk menikmati keagungan ciptaan Tuhan dalam bentuk keheningan Hutan Tinjomoyo. Selamat menyongsong waktu berbuka puasa dengan hati yang lebih tenang dan paru-paru yang lebih bersih!


Credit Penulis : Raihan Muhammad Gambar Ilustrasi : Gemini AI  Referensi :

Komentar

Nama

agriculture,2,business,2,children,2,community,3,controversies,1,crime,2,crimes,3,criminal cases,4,culture,3,education,1,emergencies,1,emergency services,1,Event,20,government,2,health,2,incident,2,indonesia,2,Kuliner,30,local news,4,money,1,news,6,Pendidikan,40,police reports,1,politics,3,politics and government,1,politics and law,2,public health,1,Regional,26,religion,1,schools,2,Semarangan,25,social issues,1,Sosial,20,spirituality,1,Usaha,20,Wisata,32,
ltr
item
Semarang In | Media Online Semarang: Hutan Tinjomoyo Tawarkan Kesejukan Alami Jelang Buka
Hutan Tinjomoyo Tawarkan Kesejukan Alami Jelang Buka
Rekomendasi tempat ngabuburit sejuk di Semarang Atas. Menikmati udara bersih dan rindangnya pepohonan pinus di kawasan Hutan Wisata Tinjomoyo.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg04T8ZqUFZAM25EI6uXVWJir7kq5I8UTnqWT4PqpFhwU4oS397NRfb6hnxhLb2IuFY49K3vwZ3IZz5qH0uj8UvOIrP_7rEqvVimO59ig_q4WSwyOh5XrP9OlJ2Tr3-iIl6cvqI9DGL565uD_if46V52Ydz11m-vjVbiMplZ7e_1Blz8U0r2mZ8lnDaQ1tM/s1600/hutan-tinjomoyo-cover.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg04T8ZqUFZAM25EI6uXVWJir7kq5I8UTnqWT4PqpFhwU4oS397NRfb6hnxhLb2IuFY49K3vwZ3IZz5qH0uj8UvOIrP_7rEqvVimO59ig_q4WSwyOh5XrP9OlJ2Tr3-iIl6cvqI9DGL565uD_if46V52Ydz11m-vjVbiMplZ7e_1Blz8U0r2mZ8lnDaQ1tM/s72-c/hutan-tinjomoyo-cover.jpg
Semarang In | Media Online Semarang
https://www.semarang.in/2026/02/hutan-tinjomoyo-tawarkan-kesejukan-alami-jelang-buka.html
https://www.semarang.in/
https://www.semarang.in/
https://www.semarang.in/2026/02/hutan-tinjomoyo-tawarkan-kesejukan-alami-jelang-buka.html
true
2582917081679686152
UTF-8
Tampilkan semua artikel Tidak ditemukan di semua artikel Lihat semua Selengkapnya Balas Batalkan balasan Delete Oleh Beranda HALAMAN ARTIKEL Lihat semua MUNGKIN KAMU SUKA LABEL ARSIP CARI SEMUA ARTIKEL Tidak ditemukan artikel yang anda cari Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec sekarang 1 menit lalu $$1$$ minutes ago 1 jam lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 pekan lalu Fans Follow INI ADALAH KNTEN PREMIUM STEP 1: Bagikan ke sosial media STEP 2: Klik link di sosial mediamu Copy semua code Blok semua code Semua kode telah dicopy di clipboard mu Jika kode/teks tidak bisa dicopy, gunakan tombol CTRL+C Daftar isi