Update Dugderan Semarang 2026! Pasar malam sudah buka di Alun-Alun Johar & Kanjengan. Cek jadwal Kirab Budaya H-1 Ramadan dan lokasi parkirnya.
Update Terkini (Februari 2026): Aroma bulan suci Ramadan 1447 H sudah menyelimuti Kota Semarang. Sejak awal Februari 2026, kawasan Pasar Johar, Alun-Alun Kauman, hingga lahan Kanjengan telah "disulap" menjadi lautan manusia. Tradisi Dugderan tahun ini terasa lebih spesial karena tata letaknya yang semakin matang pasca-revitalisasi kawasan Kota Lama dan Johar.
Pemerintah Kota Semarang tahun ini memusatkan keramaian pasar rakyat (Dhandhangan) agar tidak terlalu meluber ke jalan raya protokol. Bagi Anda yang berencana berkunjung minggu ini, bersiaplah untuk berdesakan menikmati euforia pesta rakyat terbesar di Jawa Tengah ini sebelum puasa dimulai minggu depan.
Jadwal Puncak: Kirab Budaya 2026
Berdasarkan kalender Hijriah 1447 H, di mana 1 Ramadan diperkirakan jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026 (atau Rabu, 18 Februari, menunggu sidang isbat), maka prosesi puncak Kirab Budaya Dugderan dijadwalkan pada:
Hari/Tanggal: Senin, 16 Februari 2026 (Prediksi H-1 Puasa)
Waktu: Mulai pukul 12.30 WIB - Selesai
Rute Karnaval: Balai Kota Semarang (Jl. Pemuda) menuju Masjid Agung Semarang (Kauman) dan berakhir di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).
Tahun ini, Walikota Semarang akan kembali memerankan tokoh Kanjeng Bupati R.M.T.A Purbaningrat, menaiki kereta kencana, dan membacakan Suhuf Halaqah (pengumuman awal puasa) di hadapan warga. Pastikan Anda datang lebih awal di sepanjang Jalan Pemuda jika ingin melihat arak-arakan Warak Ngendog raksasa.
Peta Lokasi Pasar Malam & Wahana (Terbaru)
Tahun 2026 ini, Pemkot Semarang menerapkan zonasi yang lebih ketat agar pengunjung nyaman. Berikut pembagiannya:
- Zona Alun-Alun Kauman (Johar): Fokus pada Kuliner & Mainan Tradisional. Di sini Anda bisa menemukan penjual celengan gerabah, kapal otok-otok, dan tentunya Roti Ganjel Rel. Suasananya lebih syahdu dan ramah anak.
- Zona Lahan Kanjengan & Aloha: Ini adalah pusatnya Wahana Pasar Malam. Wahana besar seperti Bianglala (Kincir Angin), Kora-Kora, Ombak Banyu, dan Tong Stand (Tong Setan) dipusatkan di sini agar suaranya tidak mengganggu ibadah di Masjid Kauman.
- Zona Jalan Agus Salim: Deretan stand pakaian (thrifting & baru) serta perabotan rumah tangga.
Kuliner Wajib Coba Tahun Ini
Selain jajanan legendaris, Dugderan 2026 juga diramaikan oleh jajanan kekinian yang sedang viral di Semarang:
- Es Permen Karet & Es Coklat Roti: Minuman manis ini mendominasi stand minuman tahun ini, menyegarkan di tengah panasnya udara Semarang bulan Februari.
- Cumi Bakar Jumbo: Sate cumi ukuran besar dengan bumbu BBQ pedas masih menjadi primadona antrean panjang.
- Ganjel Rel "Premium": Inovasi baru, kini tersedia Roti Ganjel Rel dengan kemasan modern dan varian rasa (cokelat/keju) untuk oleh-oleh, selain versi original wijen yang tetap dicari.
Tips Akses & Parkir (Penting!)
Mengingat keramaian yang sudah terjadi sejak awal pekan ini, berikut tips akses menuju lokasi:
- Hindari Roda 4: Jika memungkinkan, gunakan motor atau transportasi online. Mencari parkir mobil di sekitar Johar saat malam Dugderan sangat sulit dan seringkali macet total.
- Kantong Parkir Resmi: Gunakan Basement Alun-Alun Johar (akses masuk kadang antre), Gedung Parkir Kanjengan, atau area parkir Masjid Agung Kauman. Hindari parkir liar di bahu jalan Agus Salim karena rawan digembok Dishub.
- Waspada Copet: Di tengah himpitan ribuan manusia, selalu taruh tas di depan. Kejadian kehilangan dompet/HP masih sering dilaporkan setiap tahunnya.
Kesimpulan
Dugderan 2026 membuktikan bahwa tradisi ini tak lekang oleh zaman. Meskipun Semarang semakin modern, bunyi "Dug-Dug-Der" tetap menjadi penanda sakral yang dinanti. Bagi Anda warga Semarang maupun perantau yang sudah pulang, manfaatkan sisa waktu minggu ini untuk merayakan pesta rakyat sebelum kita memasuki bulan Ramadan yang penuh berkah. Sampai jumpa di Alun-Alun Kauman!
Komentar