Aksi Solidaritas Warga Semarang Berbagi Nasi Di Jalanan

BAGIKAN:

Liputan aksi sosial bagi-bagi takjil gratis di jalan protokol Semarang. Momen haru solidaritas warga bantu ojol dan pekerja jalanan berbuka puasa.

Sekelompok pemuda komunitas motor dan mahasiswa sedang membagikan nasi kotak takjil kepada pengemudi ojek online di pinggir jalan tugu muda semarang

Langit sore di atas kawasan Tugu Muda dan Jalan Pahlawan tampak sedikit mendung, namun hawa panas khas Semarang masih terasa menyengat kulit. Di tengah hiruk-pikuk kemacetan jam pulang kerja (*rush hour*) pukul 17.00 WIB, pemandangan berbeda tersaji di trotoar jalan. Puluhan anak muda yang tergabung dalam berbagai komunitas—mulai dari mahasiswa, klub motor, hingga pegiat sosial—tampak berbaris rapi sambil menenteng kardus-kardus besar. Mereka bukan sedang berdemo, melainkan sedang menjalankan misi mulia tahunan: "Operasi Pangan Gratis" untuk para pejuang nafkah di jalanan.

Begitu lampu lalu lintas berubah merah, mereka dengan sigap namun tetap santun menghampiri para pengendara ojek online (ojol), sopir angkot, tukang becak, dan penyapu jalan yang kebetulan melintas. "Monggo Pak, buat batalin puasa nanti," ucap salah satu relawan sambil menyodorkan bungkusan berisi nasi ayam dan air mineral. Senyum lelah di wajah para pekerja jalanan itu seketika berubah menjadi sumringah. Di bulan Ramadan 1447 H ini, jalanan Semarang bukan lagi sekadar aspal panas yang kejam, melainkan menjadi ladang pahala tempat kemanusiaan dirayakan tanpa melihat latar belakang.

Rezeki Tak Terduga Bagi Ojol

Bagi Suryanto (45), seorang pengemudi ojek online yang biasa mangkal di sekitar Stasiun Poncol, takjil gratis adalah "penyelamat" dompet hariannya. Di tengah orderan yang kadang tidak menentu, bisa mendapatkan satu paket nasi kotak lengkap dengan lauk dan minum berarti ia bisa menghemat pengeluaran makan malam sebesar 15 hingga 20 ribu rupiah. Uang yang seharusnya dipakai membeli makan itu kini bisa ia simpan utuh untuk dibawa pulang kepada istri dan anaknya di rumah. Baginya, bingkisan dari orang tak dikenal di pinggir jalan ini bukan sekadar makanan, tapi bukti bahwa warga Semarang masih peduli pada nasib orang kecil seperti dirinya.

"Alhamdulillah, Mas. Tadi sempat bingung mau buka pakai apa karena belum dapet *tarikan* (penumpang) sejak siang. Eh, pas lewat Pandanaran malah dicegat dikasih kolak sama nasi. Rezeki anak sholeh," ujarnya sambil terkekeh haru. Pemandangan serupa terlihat di sepanjang jalan protokol; banyak pengendara motor yang sengaja menepi sebentar untuk menerima takjil, lalu melambaikan tangan atau membunyikan klakson pendek sebagai tanda terima kasih kepada para donatur, menciptakan interaksi hangat di tengah bisingnya klakson kemacetan.

Close up wajah bahagia seorang pengemudi ojek online yang menerima bungkusan takjil dari tangan relawan wanita yang tersenyum ramah
Gambar Ilustrasi : Berkah Untuk Pejuang Jalanan

Gerakan Patungan Anak Muda Semarang

Di balik ribuan bungkusan yang terdistribusi hari ini, ada semangat gotong royong (*kolektifan*) yang luar biasa dari Generasi Z Semarang. Mayoritas kegiatan bagi takjil ini tidak didanai oleh partai politik atau perusahaan besar, melainkan hasil "udunan" (patungan) dari uang saku mahasiswa atau sisa gaji karyawan muda. Mereka menggalang dana melalui media sosial seperti Instagram dan TikTok, mengajak *followers* mereka untuk menyisihkan sepuluh atau dua puluh ribu rupiah. Uang receh yang terkumpul itu kemudian dibelanjakan ke pedagang pasar lokal atau UMKM katering rumahan.

Rara (21), koordinator aksi dari salah satu universitas swasta di Semarang, menjelaskan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk membantu pedagang kecil yang sepi pembeli. "Jadi ini *double impact* (dampak ganda). Kita beli nasinya di warteg langganan atau ibu-ibu tetangga kos, lalu kita bagikan ke orang jalanan. Jadi yang masak senang dagangannya laku, yang menerima juga senang perutnya kenyang. Kita cuma jadi perantaranya saja," jelasnya dengan semangat. Model solidaritas sirkular ini membuktikan bahwa kepedulian sosial anak muda Semarang semakin kreatif dan berdampak nyata.

Suasana dapur umum atau posko relawan tempat anak anak muda sedang sibuk membungkus makanan nasi kotak ke dalam kardus kardus besar
Gambar Ilustrasi : Semangat Patungan Gen Z

Toleransi Lintas Agama Yang Indah

Salah satu hal paling menyentuh hati di Ramadan 2026 ini adalah keterlibatan aktif warga non-muslim dalam aksi berbagi takjil. Di titik Simpang Lima, terlihat sekelompok pemuda gereja dan komunitas Tionghoa Semarang ikut turun ke jalan membagikan es buah dan kurma. Mereka tidak ikut berpuasa, namun mereka ingin ikut merasakan kegembiraan bulan suci bersama saudara-saudara muslimnya. Fenomena ini mematahkan isu intoleransi dan menunjukkan wajah asli Semarang sebagai kota yang ramah dan pluralis.

"Kami ingin berbagi kebahagiaan saja. Teman-teman muslim kan sudah lelah seharian puasa, jadi kami bantu siapin bukanya biar mereka *happy*," ujar salah satu relawan non-muslim sambil sibuk mengatur antrean motor. Pemandangan relawan berjilbab bekerja sama dengan relawan yang mengenakan kalung salib dalam satu barisan membagikan makanan adalah potret nyata Bhinneka Tunggal Ika. Di jalanan Semarang sore ini, sekat-sekat perbedaan keyakinan runtuh, digantikan oleh bahasa universal bernama kasih sayang.

Potret humanis relawan lintas agama yang berbeda latar belakang sedang bekerjasama membagikan takjil di pinggir jalan dengan latar belakang gereja atau masjid
Gambar Ilustrasi : Indahnya Toleransi Semarang

Tertib Lalu Lintas Tetap Utama

Meskipun niatnya mulia, Satlantas Polrestabes Semarang tetap mengingatkan para relawan untuk memperhatikan aspek keselamatan dan kelancaran lalu lintas. Aksi bagi takjil yang dilakukan terlalu ke tengah jalan (*on the road*) seringkali memicu kemacetan parah atau bahkan kecelakaan ringan karena pengendara mengerem mendadak. Oleh karena itu, polisi menyarankan agar pembagian dilakukan di titik-titik aman seperti kantong parkir, trotoar lebar, atau area yang memungkinkan pengendara menepi tanpa menghalangi laju kendaraan lain di belakangnya.

"Kami sangat mengapresiasi, tapi tolong jangan sampai niat baik malah bikin macet total. Kalau bisa, jemput bola ke pangkalan ojek atau tukang sapu di pinggir, jangan menunggu di tengah jalan," imbau petugas yang berjaga di Pos Polisi Tugu Muda. Merespons hal ini, banyak komunitas kini mulai mengubah strategi. Alih-alih berdiri diam di lampu merah, mereka mulai melakukan sistem *mobile* (berkeliling) menggunakan mobil bak terbuka atau motor untuk menyisir target penerima yang lebih spesifik hingga ke gang-gang kampung, memastikan bantuan lebih tepat sasaran dan tidak mengganggu ketertiban umum.

Petugas polisi lalu lintas sedang membantu mengatur arus kendaraan agar aksi bagi takjil tidak menyebabkan kemacetan di jalan protokol
Gambar Ilustrasi : Berbagi Dengan Tertib

Kesimpulan

Fenomena bagi-bagi takjil gratis di Semarang adalah cermin dari jiwa sosial masyarakatnya yang tak pernah luntur. Di balik sekotak nasi atau segelas es teh manis yang dibagikan, terselip doa dan harapan agar semua warga kota—tanpa terkecuali—bisa merasakan nikmatnya berbuka puasa dengan layak. Bagi Anda yang memiliki kelebihan rezeki, mungkin ini saat yang tepat untuk ikut turun ke jalan, karena di Semarang, berbagi bukan tentang seberapa banyak yang kita beri, tapi seberapa tulus kita peduli.


Credit Penulis : Raihan Muhammad Gambar Ilustrasi : Gemini AI Referensi :

Komentar

Nama

agriculture,2,business,2,children,2,community,3,controversies,1,crime,2,crimes,3,criminal cases,4,culture,3,education,1,emergencies,1,emergency services,1,Event,20,government,2,health,2,incident,2,indonesia,2,Kuliner,30,local news,4,money,1,news,6,Pendidikan,40,police reports,1,politics,3,politics and government,1,politics and law,2,public health,1,Regional,26,religion,1,schools,2,Semarangan,25,social issues,1,Sosial,20,spirituality,1,Usaha,20,Wisata,32,
ltr
item
Semarang In | Media Online Semarang: Aksi Solidaritas Warga Semarang Berbagi Nasi Di Jalanan
Aksi Solidaritas Warga Semarang Berbagi Nasi Di Jalanan
Liputan aksi sosial bagi-bagi takjil gratis di jalan protokol Semarang. Momen haru solidaritas warga bantu ojol dan pekerja jalanan berbuka puasa.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjB-wfwvW0Tj0IgzUb524lLjd2b7Nxr0t1NKORByxbz23n4j_K7aQooBE4UI6RhiVde1NjABsM5kC3peM0UYDS85m-OAmY15qvlNDGbt7YzRnqOD2qZnZCUy88x9KQlSBz019ODkUi7JqVXAK9DR56vqci-wBYHg9MfDPp6R68NTqz1N0TSUFMOvSPRvgE/s1600/pemuda-membagikan-takjil-gratis-cover.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjB-wfwvW0Tj0IgzUb524lLjd2b7Nxr0t1NKORByxbz23n4j_K7aQooBE4UI6RhiVde1NjABsM5kC3peM0UYDS85m-OAmY15qvlNDGbt7YzRnqOD2qZnZCUy88x9KQlSBz019ODkUi7JqVXAK9DR56vqci-wBYHg9MfDPp6R68NTqz1N0TSUFMOvSPRvgE/s72-c/pemuda-membagikan-takjil-gratis-cover.jpg
Semarang In | Media Online Semarang
https://www.semarang.in/2026/02/aksi-solidaritas-warga-semarang-berbagi-nasi-di-jalanan.html
https://www.semarang.in/
https://www.semarang.in/
https://www.semarang.in/2026/02/aksi-solidaritas-warga-semarang-berbagi-nasi-di-jalanan.html
true
2582917081679686152
UTF-8
Tampilkan semua artikel Tidak ditemukan di semua artikel Lihat semua Selengkapnya Balas Batalkan balasan Delete Oleh Beranda HALAMAN ARTIKEL Lihat semua MUNGKIN KAMU SUKA LABEL ARSIP CARI SEMUA ARTIKEL Tidak ditemukan artikel yang anda cari Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec sekarang 1 menit lalu $$1$$ minutes ago 1 jam lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 pekan lalu Fans Follow INI ADALAH KNTEN PREMIUM STEP 1: Bagikan ke sosial media STEP 2: Klik link di sosial mediamu Copy semua code Blok semua code Semua kode telah dicopy di clipboard mu Jika kode/teks tidak bisa dicopy, gunakan tombol CTRL+C Daftar isi