Taman KB kini berubah wajah menjadi Taman Indonesia Kaya. Ruang publik budaya pertama di Semarang dengan panggung seni terbuka. Cek infonya di sini!
Berbicara mengenai tata kota Semarang, sulit untuk tidak menyebutkan proyek revitalisasi Taman Indonesia Kaya. Terletak di jantung kota, tepatnya di Jalan Menteri Supeno, taman ini dulunya dikenal sebagai Taman KB (Keluarga Berencana) yang cenderung redup dan kurang terawat. Namun, sejak berkolaborasi dengan Bakti Budaya Djarum Foundation, tempat ini bertransformasi menjadi cultural hub (pusat budaya) luar ruangan pertama di Jawa Tengah. Ini adalah pernyataan bahwa ruang publik bisa menjadi panggung edukasi dan seni yang inklusif bagi masyarakat.
Konsep Panggung Terbuka Megah
Daya tarik utama yang membedakan taman ini dengan taman lain adalah keberadaan "Panggung Budaya". Arsitekturnya dirancang dengan konsep outdoor amphitheater yang memiliki atap artistik. Panggung ini menghadap ke tribun penonton berundak yang mampu menampung hingga 1.000 orang. Konsep ini memecahkan masalah klasik seniman lokal akan kurangnya ruang pertunjukan. Di sini, pentas teater, tari, hingga musik sering digelar gratis, menyatukan seni dengan ruang publik.
Instalasi Seni dan Edukasi
Berjalan mengelilingi taman ini seperti mengunjungi museum terbuka. Penataan lanskapnya sangat detail, mulai dari Mural Legenda Nusantara yang menceritakan cerita rakyat, hingga patung ikonik "The Flower of Life" yang melambangkan keharmonisan. Tak ketinggalan, ada Gerbang Pandawa Lima yang menyambut pengunjung dengan nuansa Jawa Tengah yang kental. Saat malam tiba, fitur Air Mancur Menari (Dancing Fountain) akan beraksi sinkron dengan lagu-lagu nasional, menciptakan pertunjukan visual yang dramatis.
Integrasi Kawasan Kuliner Legend
Revitalisasi taman ini tidak menggusur kearifan lokal, melainkan merangkulnya. Selasar di sekitar taman tetap menjadi rumah bagi kuliner legendaris Tahu Gimbal. Integrasi ini sangat menarik karena pengunjung bisa menikmati seni kontemporer di dalam taman, lalu melipir menikmati kuliner tradisional di luarnya. Sebuah simbiosis mutualisme ekonomi yang nyata bagi warga lokal dan wisatawan.
Fasilitas Lengkap dan Tips
Fasilitas di sini dirancang dengan standar tinggi, mulai dari ruang ganti seniman yang layak, toilet ramah difabel, hingga jalur pedestrian yang nyaman untuk kursi roda. Bagi kamu yang ingin berkunjung, waktu terbaik adalah pukul 19.00 - 21.00 WIB saat lampu taman menyala sempurna. Meski buka 24 jam, pastikan mengecek jadwal pertunjukan di situs resmi atau media sosial mereka sebelum datang agar tidak ketinggalan event seru.
Kesimpulan
Taman Indonesia Kaya adalah bukti sukses sinergi mengubah ruang mati menjadi oase budaya. Bagi penikmat tata kota, seni, dan budaya, tempat ini adalah destinasi wajib kunjung di Jawa Tengah. Selamat menikmati wajah baru Semarang yang lebih berbudaya!
Credit :
Penulis : Raihan Muhammad Latif
Gambar oleh : Nano Banana - Gemini Google
Referensi :
Komentar