Satrio Dafa Harumkan Nama USM Lewat Prestasi Karate di PRA PORPROV 2025
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Semarang (USM) pada ajang olahraga tingkat provinsi. Satrio Dafa, mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) Program Studi Sistem Informasi, berhasil meraih Juara 3 pada Pra Pekan Olahraga Provinsi (PRA PORPROV) 2025 cabang olahraga karate. Capaian ini menjadi bukti konsistensi dan dedikasi mahasiswa USM dalam mengembangkan potensi nonakademik sekaligus mengharumkan nama kampus.
Mahasiswa asal Cianjur tersebut telah menekuni olahraga karate selama kurang lebih 15 tahun, sejak duduk di bangku kelas 3 sekolah dasar atau sekitar usia 8 tahun. Kecintaan terhadap karate yang tumbuh sejak usia dini, disertai dukungan penuh dari orang tua, menjadi fondasi kuat yang membawanya tetap konsisten berlatih dan berprestasi hingga saat ini.
Atas pencapaian tersebut, Satrio mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya.
“Alhamdulillah, saya merasa sangat senang dan bersyukur atas prestasi yang berhasil diraih,” ungkapnya.
Dalam proses persiapan menuju PRA PORPROV 2025, Satrio menghadapi tantangan besar, terutama dalam menyeimbangkan waktu antara perkuliahan dan latihan karate. Padatnya aktivitas akademik tidak menjadi penghalang baginya untuk tetap menjalani program latihan secara disiplin dan terjadwal.
Sebagai atlet UKM Karate USM yang juga tergabung dalam FORKI Kota Semarang, Satrio menjalani latihan dengan intensitas tinggi, yakni dua kali sehari selama lima hari dalam seminggu. Menjelang kejuaraan, ia mengikuti training center atau pemusatan latihan dengan program latihan pagi dan sore yang terstruktur guna meningkatkan kesiapan fisik, teknik, serta mental bertanding.
Proses latihan tersebut semakin optimal berkat dukungan Universitas Semarang yang menyediakan fasilitas penunjang bagi mahasiswa berprestasi. Dukungan ini memungkinkan Satrio menjalani latihan dengan lebih fokus, serius, dan konsisten, sekaligus menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan potensi atlet mahasiswa.
Selain dukungan institusi, peran pelatih, teman, dan keluarga juga menjadi faktor penting dalam pencapaian prestasinya. Arahan pelatih membantunya memahami alur latihan dan strategi pertandingan, sementara dukungan moral dari teman dan keluarga menjadi sumber motivasi untuk terus berjuang dan mencapai target dengan kesungguhan.
Meski berhasil meraih Juara 3, Satrio mengaku belum sepenuhnya puas. Ia memandang pencapaian ini sebagai hasil yang patut disyukuri, namun sekaligus menjadi pemacu untuk terus meningkatkan kemampuan dan meraih prestasi yang lebih tinggi.
Capaian di PRA PORPROV 2025 ini pun menjadi modal dan motivasi bagi Satrio untuk melangkah ke ajang berikutnya. Ke depan, ia menargetkan dapat lolos dan meraih podium juara pada PORPROV 2026.
Sebagai penutup, Satrio menyampaikan pesan kepada mahasiswa USM agar tidak ragu mengembangkan potensi diri melalui bidang yang diminati.
“Jika kalian mencintai hobi, passion, dan bidang yang kalian tekuni, jalani setiap proses dengan sungguh-sungguh. Tekuni setiap langkah, belajar di setiap tahapan, dan tetap fokus menatap masa depan,” pesannya.
Prestasi yang diraih Satrio Dafa menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Semarang mampu berprestasi secara seimbang di bidang akademik dan nonakademik, serta berkontribusi dalam mengharumkan nama kampus di tingkat regional.
Penulis :
Nolalita Keisha
Mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi
Universitas Semarang
.jpg)
Komentar