Jelajahi Gedung Marba, ikon merah bata di Kota Lama Semarang. Bangunan bersejarah milik saudagar Yaman yang jadi spot foto favorit. Cek fakta disini
Jika berjalan-jalan ke kawasan Kota Lama Semarang, pandangan matamu pasti akan tertuju pada satu bangunan yang sangat mencolok. Di tengah dominasi gedung-gedung tua berwarna putih kusam, gedung ini berdiri gagah dengan warna merah bata yang menyala. Inilah Gedung Marba, salah satu ikon paling fotogenik di "Little Netherland". Terletak persis di seberang Taman Srigunting dan Gereja Blenduk, bangunan ini menyimpan pesona sejarah yang unik. Bukan sekadar latar foto, mari kita telusuri kisah di balik dinding merahnya.
Sejarah Unik Nama Gedung Marba
Banyak yang mengira gedung ini adalah peninggalan murni pemerintah kolonial Belanda. Namun, fakta sejarah berkata lain. Nama "Marba" ternyata merupakan singkatan dari nama pemilik aslinya, yaitu Marta Badjunet. Marta Badjunet adalah seorang saudagar kaya asal Yaman yang menetap di Semarang pada abad ke-19. Awalnya, gedung ini difungsikan sebagai kantor usaha pelayaran ekspedisi muatan kapal dan juga toserba modern (De Zeikel) pada zamannya. Ini membuktikan bahwa Kota Lama adalah pusat perdagangan multikultural yang hidup.
Arsitektur Tropis yang Eksotis
Dibangun sekitar pertengahan abad ke-19, Gedung Marba mengusung gaya arsitektur Neoklasik dengan sentuhan Tropis Hindia Belanda. Struktur bangunannya terdiri dari dua lantai dengan ketebalan dinding yang kokoh khas bangunan kolonial. Ciri khas utamanya tentu saja susunan batu bata merah ekspos yang rapi tanpa plesteran semen di bagian luar. Jendela-jendela besar berjejer simetris dengan bingkai kayu dan kaca nako, memberikan kesan megah sekaligus artistik yang tak lekang oleh waktu.
Spot Foto Paling Instagramable
Tidak lengkap rasanya ke Kota Lama tanpa berfoto di depan Gedung Marba. Nuansa vintage dan retro yang dipancarkan gedung ini sangat kuat, membuatnya menjadi lokasi favorit untuk foto pre-wedding maupun konten media sosial. Sudut pengambilan gambar terbaik bisa kamu dapatkan dari area Taman Srigunting. Dari titik ini, kamu bisa menangkap kemegahan Gedung Marba secara utuh sebagai latar belakang. Saat sore hari, cahaya matahari yang menyinari dinding merahnya akan menciptakan efek warna emas yang dramatis.
Fungsi Gedung Masa Kini
Saat ini, Gedung Marba lebih sering dinikmati fasad luarnya sebagai warisan cagar budaya yang dilindungi. Meski bagian dalamnya tidak selalu terbuka untuk umum setiap hari, gedung ini sesekali digunakan untuk pameran seni atau acara-acara khusus. Keberadaannya yang terawat menjadi bukti keseriusan Kota Semarang dalam merevitalisasi kawasan Kota Lama menjadi destinasi wisata kelas dunia.
Kesimpulan
Gedung Marba bukan sekadar tumpukan bata merah. Ia adalah saksi bisu kejayaan perdagangan masa lampau dan simbol akulturasi budaya di Semarang. Bagi pecinta fotografi dan sejarah, tempat ini adalah destinasi wajib yang tak boleh dilewatkan. Sudah siap berpose estetik di depan ikon merah ini?
Credit :
Penulis : Raihan Muhammad Latif
Gambar oleh : Nano Banana - Gemini Google
Referensi :
Komentar