Belajar Sambil Bermain, Mahasiswa Ilmu Komunikasi USM Hadirkan Edukasi Gender dan Anti-Bullying di Bandaharjo
Semarang - Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Semarang melaksanakan kegiatan kampanye edukasi dalam rangka pemenuhan tugas mata kuliah Komunikasi Gender pada Sabtu, 23 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di PAUD Ceria, Kelurahan Bandaharjo, mulai pukul 14.00 hingga 16.00 WIB ini melibatkan anak-anak usia sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama dari mitra komunitas Sulbi serta turut dihadiri dosen pengampu mata kuliah, Dr. Yuliyanto Budi Setiawan, S.Sos., M.Si.
Dosen pengampu mata kuliah Komunikasi Gender, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai bentuk implementasi pembelajaran di luar ruang kelas. “Melalui kegiatan ini, saya berharap adik-adik peserta dapat memperoleh pemahaman baru tentang pentingnya saling menghargai, menghindari bullying, dan memahami perubahan diri secara positif, semoga kegiatan seperti ini bisa kami kembangkan lebih masif dan memberikan dampak besar untuk masyarakat” ujarnya.
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi tugas akademik, tetapi juga menjadi sarana pengabdian sederhana kepada masyarakat melalui pemberian edukasi yang relevan bagi anak dan remaja. Kampanye difokuskan pada pengenalan nilai saling menghargai, pemahaman dasar mengenai gender, serta pencegahan perilaku bullying di lingkungan sosial anak.
Sebagai pembuka, mahasiswa internal kelompok Agave Gaza, bertindak sebagai pemateri pertama dengan membawakan materi ringan mengenai bullying. Materi disampaikan secara interaktif melalui diskusi santai yang dekat dengan keseharian peserta. Anak-anak diajak memahami bentuk-bentuk bullying, dampaknya terhadap korban, serta pentingnya menciptakan lingkungan pertemanan yang saling menghormati dan mendukung. Suasana berlangsung aktif dengan respons antusias dari peserta yang terlibat dalam berbagai sesi tanya jawab dan interaksi.
Pada sesi berikutnya, pemateri dari PKBI Jawa Tengah memberikan edukasi mengenai pengetahuan dasar remaja terkait seksualitas dan gender. Materi tersebut disampaikan dengan pendekatan yang disesuaikan dengan usia peserta agar mudah dipahami sekaligus bertujuan meningkatkan pemahaman dasar tentang tubuh, perbedaan biologis, serta sikap saling menghormati guna meminimalisasi potensi terjadinya bullying berbasis gender.
Agar suasana belajar lebih interaktif, peserta dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan jenis kelamin, yaitu kelompok laki-laki dan perempuan. Dalam sesi ini, pemateri menggunakan alat peraga berupa boneka anatomi untuk menjelaskan perubahan tubuh remaja secara sederhana dan edukatif. Selain itu, peserta juga mengikuti aktivitas menulis poin-poin materi yang telah dipahami pada sticky note untuk kemudian ditempel di bagian depan ruangan sebagai bentuk refleksi pemahaman bersama.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap edukasi sederhana mengenai bullying, seksualitas dasar, dan gender dapat memberikan pemahaman awal bagi anak-anak dan remaja sehingga mampu membangun lingkungan pertemanan yang lebih sehat, aman, serta saling menghargai perbedaan. Kegiatan kampanye ini juga menjadi bentuk implementasi pembelajaran komunikasi yang aplikatif di tengah masyarakat.
Pewarta :
Amara Selvi
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Semarang

.jpg)