Cari tempat healing produktif? Coba ke Microlibrary Warak Kayu Semarang. Rasakan sensasi baca buku sambil rebahan di jaring gantung yang super cozy.
Jika kamu berpikir wisata ke Semarang hanya sebatas Lawang Sewu, Kota Lama, atau berburu Lumpia, kamu perlu memperbarui itinerary-mu. Di tengah hiruk-pikuk kota, tersembunyi sebuah permata arsitektur yang tidak hanya memanjakan mata tetapi juga menenangkan jiwa. Namanya Microlibrary Warak Kayu. Bukan sekadar perpustakaan biasa, tempat ini adalah definisi dari "ruang publik masa depan" yang menggabungkan literasi, arsitektur kelas dunia, dan suasana yang super cozy. Penasaran seperti apa rasanya membaca buku di dalam bangunan yang terinspirasi dari hewan mitologi? Simak review lengkapnya berikut ini!
Lokasi: 'Hidden Gem' Taman Kasmaran
Sesuai julukannya, lokasi Warak Kayu ini agak tricky tapi justru itu yang membuatnya spesial. Terletak di Taman Kasmaran, lokasinya berdekatan dengan destinasi hits Kampung Pelangi. Posisi perpustakaan ini agak tinggi, memberikan view kota Semarang yang cantik dari kejauhan. Karena letaknya yang tidak persis di pinggir jalan raya utama, suasananya jauh dari kebisingan klakson, membuatnya menjadi sanctuary yang pas untuk deep reading atau sekadar melamun santai.
Arsitektur: Sisik Naga Konsep Eko-Wisata
Hal pertama yang akan membuatmu terpukau adalah desain eksteriornya. Didesain oleh SHAU Indonesia, bangunan ini terinspirasi dari Warak Ngendog, hewan mitologi ikonik khas Semarang. Fasad kayunya disusun menyerupai sisik (pola wajik) yang berfungsi ganda sebagai estetika dan ventilasi udara. Jangan kaget kalau di sini tidak ada AC, karena desainnya menggunakan konsep passive cooling di mana angin semilir bebas masuk lewat celah-celah kayu. Hampir seluruh elemen bangunan menggunakan material kayu bersertifikat FSC yang ramah lingkungan.
Sensasi Unik Baca di Atas Jaring
Ini dia highlight utama yang membuat Warak Kayu viral: Jaring-jaring Gantung. Di lantai dua, terdapat area lantai yang diganti dengan jaring tambang super kuat. Kamu bisa duduk, rebahan, atau bersandar di atas jaring tersebut sambil membaca buku. Sensasinya seperti melayang! Koleksi bukunya pun cukup beragam, mulai dari buku anak hingga arsitektur.
Spot Foto Instagramable
Bagi kamu pemburu konten, setiap sudut Warak Kayu adalah spot foto. Kamu bisa memanfaatkan Tangga Kayu dengan mengambil angle dari bawah untuk memperlihatkan kemegahan strukturnya. Jangan lupa foto candid saat sedang membaca di atas Jaring-jaring. Jika datang saat pagi atau sore hari, cahaya matahari yang menembus celah kayu akan menciptakan pola bayangan (shadow) yang artistik di lantai.
Tips Berkunjung
Agar kunjunganmu maksimal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, Cek Jam Buka melalui Instagram resmi mereka sebelum berangkat. Kedua, Pakai Kaus Kaki karena kamu wajib melepas sepatu saat naik ke area perpustakaan. Ketiga, Jaga Ketenangan karena ini adalah area membaca. Terakhir, masuk ke sini GRATIS, kamu cukup mengisi buku tamu saja.
Kesimpulan
Microlibrary Warak Kayu Semarang membuktikan bahwa perpustakaan tidak harus membosankan. Ini adalah destinasi sempurna bagi kamu yang ingin healing tipis-tipis atau mencari inspirasi. Jadi, kapan kamu mau mampir ke spot baca paling estetik di Semarang ini?
Credit :
Penulis : Raihan Muhammad Latif
Gambar oleh : Nano Banana - Gemini Google
Referensi :
Komentar